SIDOARJO, JAWA TIMUR —LIPUTAN LINTAS CAKRAWALA ID Pemenuhan hak dasar warga binaan menjadi perhatian serius jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Tidak hanya menyangkut keamanan dan pembinaan, kualitas makanan harian serta akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan berjalan sesuai standar.
Komitmen tersebut terlihat saat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirwatkeshab) Ditjenpas, Adhayani Lubis, melakukan pemantauan langsung di Rutan Kelas I Surabaya, Rabu, 9 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Adhayani Lubis didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali serta Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo. Peninjauan dilakukan dengan menyasar sejumlah fasilitas yang menjadi titik penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya dapur rutan dan poliklinik.
Di area dapur, pemeriksaan diarahkan pada sejumlah aspek penting dalam penyediaan makanan bagi warga binaan. Mulai dari kebersihan lingkungan pengolahan, proses pengelolaan makanan, kelayakan penyajian hingga pemenuhan porsi dan kebutuhan nutrisi harian menjadi bagian dari perhatian dalam monitoring tersebut.
Pengawasan terhadap dapur menjadi penting karena makanan yang dikonsumsi warga binaan merupakan bagian langsung dari pemenuhan kebutuhan dasar selama menjalani masa pembinaan. Karena itu, standar kebersihan dan kualitas makanan tidak boleh hanya menjadi prosedur administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan sehari-hari.
Sementara di poliklinik, peninjauan difokuskan pada pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Ketersediaan layanan medis yang cepat tanggap, tertib dan sesuai standar menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan hak warga binaan atas kesehatan tetap terpenuhi.
Adhayani Lubis menegaskan bahwa pemenuhan hak hidup sehat bagi penghuni rutan harus menjadi perhatian yang dilakukan secara konsisten. Pelayanan dasar tersebut tidak boleh berhenti pada pemenuhan standar di atas kertas, tetapi harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh warga binaan.
Peninjauan langsung juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana standar operasional pelayanan telah diterapkan oleh jajaran pemasyarakatan di lapangan.
Melalui pengawasan tersebut, setiap tahapan pelayanan diharapkan dapat berjalan secara tertib, transparan dan profesional. Baik pengelolaan makanan maupun pelayanan kesehatan harus memiliki standar yang jelas serta mendapatkan evaluasi secara berkala.
Bagi Rutan Kelas I Surabaya, penguatan kualitas pelayanan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang semakin profesional dan humanis.
Pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk makanan yang layak dan pelayanan kesehatan yang memadai, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan keberhasilan proses pembinaan. Kondisi warga binaan yang sehat dan mendapatkan pelayanan dasar secara layak akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mengikuti berbagai program pembinaan selama berada di dalam rutan.
Karena itu, monitoring dan evaluasi tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, melainkan instrumen penting untuk memastikan pelayanan pemasyarakatan terus mengalami perbaikan.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Kelas I Surabaya diharapkan mampu mempertahankan standar pelayanan sekaligus memperkuat transparansi, profesionalisme dan perlindungan hak warga binaan secara adil.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa kualitas pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana negara hadir memenuhi kebutuhan dasar warga binaan secara manusiawi, profesional dan bertanggung jawab.
Pemenuhan makanan yang layak serta layanan kesehatan yang cepat dan tepat pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pemasyarakatan yang lebih berkualitas, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan pembinaan jangka panjang (Dd).





