SIDOARJO —LIPUTAN LINTAS CAKRAWALA ID Penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemasyarakatan Jawa Timur memasuki tahapan penting. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, hadir dalam pelaksanaan uji kompetensi Profiling ASN (ProASN) di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Pelaksanaan ProASN menjadi bagian dari kebijakan Profiling ASN BKN yang diarahkan untuk mempercepat penerapan manajemen talenta di lingkungan instansi pemerintah. Melalui proses ini, potensi dan kapasitas ASN dipetakan secara lebih menyeluruh sebagai bagian dari upaya membangun pengelolaan SDM yang semakin objektif dan terarah.
ProASN ditujukan untuk memperoleh gambaran mengenai sejumlah aspek penting dari setiap individu ASN, meliputi kompetensi, potensi, kemampuan literasi digital hingga preferensi karier.
Bagi jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur, pemetaan tersebut dinilai memiliki nilai strategis. Hasil profiling diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mengenali potensi dan kompetensi pegawai secara lebih objektif, sekaligus membantu organisasi menentukan arah pengembangan SDM sesuai kebutuhan.
Data yang diperoleh dari proses profiling selanjutnya dapat mendukung berbagai langkah pengelolaan SDM, termasuk pengembangan kapasitas pegawai serta pemetaan talenta. Dengan demikian, pengembangan karier dan kompetensi ASN diharapkan semakin memiliki landasan yang terukur.
Kusnali menegaskan bahwa pemetaan kompetensi tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun jajaran Pemasyarakatan yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan organisasi.
«“Profiling ASN menjadi langkah penting untuk melihat potensi dan kompetensi pegawai secara lebih menyeluruh. Hasilnya perlu dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan talenta, sehingga setiap pegawai dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” ujar Kusnali.»
Menurutnya, setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi yang perlu dikenali secara tepat. Karena itu, hasil profiling diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kekuatan maupun kebutuhan pengembangan masing-masing pegawai.
Pendekatan berbasis data tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan SDM yang semakin profesional. Pemetaan talenta diharapkan mampu membantu organisasi menyiapkan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan tugas yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, kualitas SDM menjadi salah satu unsur penting. Pegawai dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga profesionalisme, integritas, kemampuan beradaptasi serta kapasitas dalam menghadapi dinamika pelayanan dan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Karena itu, ProASN diharapkan tidak sekadar menjadi tahapan pengujian kompetensi. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi instrumen untuk menghasilkan basis data talenta yang bermanfaat bagi pengembangan ASN secara berkelanjutan.
Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung dengan mengikuti ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan. Peserta wajib menjaga ketertiban selama kegiatan, menjaga kerahasiaan materi tes serta menyelesaikan seluruh materi penilaian secara lengkap.
Kehadiran Kusnali dan Novianto Sulastono dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan perhatian pimpinan terhadap pentingnya pemetaan kompetensi dan potensi ASN. Langkah ini menjadi bagian dari proses membangun birokrasi yang semakin berbasis kompetensi dan mampu menempatkan pengembangan talenta sebagai salah satu fondasi peningkatan kinerja organisasi.
Melalui ProASN, jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur diharapkan mampu mengenali potensi pegawai secara lebih objektif, mengembangkan kompetensi secara tepat sasaran serta mempersiapkan talenta ASN yang mampu memberikan kontribusi optimal.
Bukan sekadar mengukur kemampuan, ProASN menjadi momentum untuk membaca potensi, memetakan talenta, dan menyiapkan SDM Pemasyarakatan Jawa Timur agar semakin profesional dalam menjawab kebutuhan organisasi (Dd).





