Beranda / Pemerintahan / KEMERDEKAAN DIUKUR DARI KEPEDULIAN: DITJENPAS JATIM DAN PMI SIDOARJO GERAKKAN DONOR DARAH, SETETES DARAH JADI HARAPAN

KEMERDEKAAN DIUKUR DARI KEPEDULIAN: DITJENPAS JATIM DAN PMI SIDOARJO GERAKKAN DONOR DARAH, SETETES DARAH JADI HARAPAN

SIDOARJO, Senin (10/8/2026) —LIPUTAN LINTAS CAKRAWALA ID Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berkumandang melalui upacara dan seremoni. Jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur memilih menghadirkan wajah kemerdekaan yang lebih nyata: berbagi darah untuk membantu sesama.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi donor darah di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur terhadap kebutuhan darah masyarakat.

Semangat kemanusiaan dalam kegiatan ini tidak hanya datang dari jajaran pegawai. Pegawai Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Rutan Kelas I Surabaya, dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya ikut ambil bagian.

Partisipasi juga datang dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil, Rutan, dan Bapas, peserta Magang HUB, mahasiswa magang Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta pelajar dari lingkungan sekolah.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa donor darah mampu menjadi ruang kebersamaan. Di tengah perbedaan profesi, usia, dan peran, semuanya dipertemukan oleh satu tujuan: membantu mereka yang membutuhkan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa kegiatan tersebut jangan hanya dipandang sebagai agenda pelengkap peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, donor darah harus ditempatkan sebagai bentuk kepedulian yang dilakukan dengan niat membantu sesama.

«“Kegiatan donor darah ini bukan hanya bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi yang paling penting kita niatkan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu sesama. Setetes darah sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kusnali.»

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan memperkuat budaya berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

«“Karena itu, mari kita maknai semangat kemerdekaan dengan terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Setetes darahmu, sejuta harapan bagi sesama,” lanjutnya.»

Pesan tersebut menjadi inti dari kegiatan donor darah yang digelar bersama PMI Kabupaten Sidoarjo. Darah yang dihimpun diharapkan dapat mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan melalui mekanisme PMI.

Kebutuhan darah dapat muncul tanpa mengenal waktu. Kondisi medis tertentu membuat pasien membutuhkan transfusi, sehingga keberadaan pendonor sukarela menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan darah.

Karena itu, tindakan yang terlihat sederhana bagi pendonor dapat memiliki arti besar bagi penerima.

Satu kantong darah bukan sekadar hasil sebuah kegiatan.

Di dalamnya terdapat kepedulian, solidaritas, dan harapan.

Bagi jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas kedinasan. Kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kolaborasi Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dengan PMI Kabupaten Sidoarjo sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi dalam menghadirkan manfaat sosial. Ketika berbagai unsur bergerak bersama, sebuah aksi sederhana dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun memperoleh makna yang lebih dalam.

Kemerdekaan bukan hanya tentang bendera yang berkibar.

Bukan hanya tentang seremoni.

Tetapi juga tentang kesediaan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Dari Aula Rutan Kelas I Surabaya, semangat Merah Putih diterjemahkan melalui aksi kemanusiaan. Darah diberikan secara sukarela, kepedulian diwujudkan, dan harapan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, kemerdekaan sejatinya bukan hanya kemampuan untuk berdiri bagi diri sendiri, tetapi juga keberanian untuk mengulurkan tangan ketika sesama membutuhkan.

Setetes darahmu, sejuta harapan bagi sesama (Dd).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp