Probolinggo,LLC.ID – Sejumlah warga mengeluhkan pelaksanaan proyek pelebaran Jembatan Curah Bubur yang berada di Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan. Keluhan muncul karena jembatan yang menjadi akses utama masyarakat untuk bekerja, berdagang, mengangkut hasil pertanian, dan menjalankan aktivitas ekonomi lainnya dibongkar tanpa adanya jalur alternatif yang memadai.
“Menurut warga, pihak rekanan atau CV pelaksana seharusnya terlebih dahulu menyiapkan jalan sementara atau jalur pintas yang aman sebelum melakukan pembongkaran jembatan. Ketiadaan akses pengganti membuat masyarakat harus memutar lebih jauh, sehingga menghambat mobilitas dan menambah biaya transportasi.
“Kami mendukung pembangunan karena hasilnya nanti untuk kepentingan masyarakat. Namun selama proses pengerjaan, seharusnya ada solusi agar warga tetap bisa beraktivitas dengan normal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna jalan. Bahkan, beberapa warga secara swadaya bergotong royong mencari solusi agar akses warga tetap bisa dilalui meski dengan keterbatasan.
Menanggapi keluhan tersebut, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak CV pelaksana proyek guna meminta penjelasan terkait alasan belum tersedianya jalur alternatif bagi masyarakat selama proses pembongkaran jembatan berlangsung. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi.
“Sementara itu dengan adanya kejadian tersebut awak media melalui percakapan whatshap berupaya meminta klarifikasi kepada Hengki Cahjo Saputra, S.T., M.M. selaku kepala dinas PUPR kab.probolinggo terkait keluh kesah warga yang terdampak,namun sayang hingga berita ini diunggah kepala dinas PUPR kab Probolinggo tidak memberikan tanggapan apapun
Seperti kita ketahui bersama dinas PUPR adalah kedinasan yang ditunjuk sebagai pengelola anggaran dan penanggung jawab teknis proyek,maka dalam hal ini seharusnya PUPR mempertimbangkan penyediaan jalur alternatif menjadi bagian dari perencanaan pekerjaan atau tidak.
Untuk itu masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut serta memastikan adanya akses sementara yang aman dan layak. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan salah satu urat nadi perekonomian warga yang setiap hari digunakan untuk mencari nafkah.
Guna menyajikan pemberitaan yang berimbang,redaksi siap menayangkan hak jawab dan klarifikasi dari pihak CV pelaksana maupun instansi terkait memberikan hak jawab demi keterbukaan dan transparansi informasi bagi masyarakat.
(Tim Redaksi)






