Beranda / Pemerintahan / Bukan Sekadar Lomba Mancing, 130 Lapak MAKI Jatim Jadi Panggung Persatuan dan Ekonomi Kreatif di HUT RI ke-81

Bukan Sekadar Lomba Mancing, 130 Lapak MAKI Jatim Jadi Panggung Persatuan dan Ekonomi Kreatif di HUT RI ke-81

SIDOARJOLIPUTAN LINTAS CAKRAWALA ID Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Timur akan hadir dengan warna berbeda. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menyiapkan Lomba Mancing Lele yang bukan hanya menawarkan pertarungan mendapatkan ikan berbobot terbesar, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, hiburan, sportivitas dan penggerak aktivitas ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Agenda tersebut akan digelar Sabtu, 22 Agustus 2026, di Kolam Pancing Suka Suka (SS), Desa Jumputrejo, Sidoarjo. Lomba berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, dengan tiga kali pelepasan ikan, masing-masing dilakukan setiap satu jam.

Sebanyak 130 lapak disiapkan panitia untuk mengakomodasi peserta dari berbagai unsur. Selain jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, MAKI Jatim secara khusus membuka 30 persen kuota bagi masyarakat umum.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan dirancang terbuka dan tidak eksklusif. Masyarakat diberi kesempatan untuk berdiri dalam arena yang sama, bersaing secara sportif sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan.

Ketua Panitia Lomba Mancing Lele MAKI Jatim, Mochamad Jauhary, yang juga menjabat Wakil Sekretaris II MAKI Jatim, menyampaikan bahwa animo peserta sejauh ini cukup tinggi.

Berdasarkan laporan sementara, peserta dari jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mencapai 60 orang, sedangkan peserta dari kuota masyarakat umum mencapai 48 orang. Dengan perkembangan tersebut, panitia optimistis seluruh 130 lapak dapat terisi menjelang hari pelaksanaan.

Rp50 Juta Diperebutkan, Motor Listrik Menanti Lewat Undian

Daya tarik lomba tidak hanya terletak pada tantangan mendapatkan lele terbesar. MAKI Jatim menyiapkan total uang pembinaan Rp50 juta untuk 10 kategori pemancing yang berhasil mencatatkan tangkapan dengan bobot terbaik.

Persaingan pun dipastikan tidak berhenti pada tiga besar. Juara 1, 2 dan 3 serta tujuh nominasi lainnya akan ditentukan berdasarkan hasil penimbangan ikan terberat selama periode perlombaan.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil masuk daftar nominasi, panitia tetap memberikan peluang memperoleh hadiah melalui undian nomor lapak.

Hadiah hiburan yang disediakan antara lain satu unit motor listrik, sepeda gunung, lemari es, televisi dan puluhan hadiah menarik lainnya.

Lele 8 hingga Lebih dari 12 Kilogram Jadi Tantangan

Lomba menggunakan konsep “Get and Release”. Setiap ikan yang berhasil ditangkap peserta akan terlebih dahulu menjalani proses penimbangan secara terbuka sehingga dapat disaksikan oleh peserta lainnya. Setelah proses tersebut, ikan kembali dilepaskan ke kolam.

Sistem itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang transparan dan tetap memperhatikan keberlanjutan kegiatan.

Tantangan peserta semakin berat karena pengelola Kolam Pancing Suka Suka, Sitorus dan Yuli, telah mempersiapkan ikan lele dengan bobot rata-rata 8 kilogram hingga lebih dari 12 kilogram.

Karena itu, peserta diminta mempersiapkan perangkat pancing secara matang. Kekuatan joran, reel, senar dan mata kail menjadi faktor penting agar tidak kehilangan tangkapan ketika berhadapan dengan ikan berbobot besar.

Jauhary menegaskan bahwa peserta wajib menggunakan joran jenis reel, bukan stick pancing model “bebekan”.

Aturan Ketat, Keabsahan Tangkapan Jadi Perhatian

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah regulasi untuk memastikan pertandingan berjalan adil. Ketentuan tersebut mencakup larangan penggunaan pakan tertentu, hak dan kewajiban peserta serta aturan teknis terkait keabsahan ikan yang diperoleh.

Salah satu poin penting adalah posisi mata kail pada ikan. Keabsahan hasil tangkapan akan ditentukan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan panitia, termasuk posisi kail pada bagian mulut ikan.

Seluruh peserta diharapkan memahami aturan tersebut sejak awal agar tidak terjadi persoalan ketika proses penentuan pemenang berlangsung. Panitia juga menegaskan bahwa keputusan berdasarkan regulasi perlombaan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Peserta diwajibkan hadir satu jam sebelum perlombaan untuk melakukan registrasi ulang. Panitia juga akan membagikan jersey dan topi yang wajib digunakan peserta selama perlombaan.

Kolam Pancing Disulap Jadi Panggung Hiburan Kemerdekaan

Nuansa perayaan HUT ke-81 RI juga akan semakin semarak dengan kehadiran hiburan musik.

Panitia menjadwalkan penampilan New Putramega di bawah pimpinan Nova Anggunardi Putra serta sejumlah artis KDI yang akan ikut menghibur peserta dan masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi para penghobi mancing, tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat, komunitas dan unsur pemerintahan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

Bagi MAKI Jatim, semangat kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Kreativitas masyarakat, sportivitas, interaksi sosial dan aktivitas ekonomi lokal juga dapat menjadi bagian dari cara merawat semangat kebangsaan.

Konsep “Get and Release” menjadi salah satu ciri kegiatan tersebut. Peserta tetap memperoleh kesempatan bersaing memperebutkan bobot ikan terbesar, sementara ikan yang telah ditimbang dikembalikan ke kolam.

Hingga saat ini, panitia masih menyampaikan bahwa lapak yang tersedia masih dapat diikuti calon peserta yang ingin ambil bagian.

Dengan 130 lapak, hadiah uang pembinaan Rp50 juta, ikan lele berbobot hingga lebih dari 12 kilogram, hadiah undian berupa motor listrik dan berbagai hadiah lainnya, serta panggung hiburan, Lomba Mancing Lele MAKI Jatim diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan unik dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sidoarjo.

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya siapa yang mampu mengangkat lele terberat. Di balik kompetisi tersebut terdapat semangat mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu arena: bersaing secara sportif, bersilaturahmi, menikmati hiburan dan menghidupkan aktivitas ekonomi kreatif lokal dalam semangat kemerdekaan (Dd).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp